0 BENARKAH ANDA INGIN SUAMIMU HARMONIS?


Andaikan saya bertanya kepadamu, hai istri yang terhormat ! : “Benarkah Anda menginginkan suamimu bahagia?”, niscaya Anda segera menjawab : “Ya”. Pasalnya pengakuan tak lebih dari sekedar lidah tak bertulang, sedangkan upaya membahagiakan suami tidak akan terealisir hanya dengan ucapan, tapi harus diwujudkan dengan tindakan serta usaha, sementara tindakan berkorelasi signifikan dengan kepribadian dan kesiapan serta persiapannya.
Oleh karena itu, sejauh ketulusan pribadi dan keterlibatannya dengan Robb-nya, sejauh itu pulalah pengorbanan terus-menerus dan usaha mati-matian demi membahagiakan suami diupayakan, sebab tindakanmu tidak hanya berhubungan dengan suami, bahkan kepada Alloh l Sang Pencipta, tidak semata-mata hubungan timbal-balik antara dirimu dan suamimu, dengan kata lain manakala suamimu mengurangi quota hakmu, kamu akan berbalik menyikapi seperti halnya sikap suamimu. Akan tetapi iman yang meyakini janji Alloh dengan keharmonisan di dunia dan kebun surga di akhirat kelak, merupakan faktor pendorong tiada taranya, namun sikap demikian tidak direfleksikan kecuali oleh kepribadian istri sholihah yang didambakan setiap pria untuk dijadikan istrinya. Di mana kualifikasinya antara lain :
1) Tatapan matanya hanya tertuju kepada suaminya, ia menyukai suaminya, tidak memandang selain suaminya, ia tidak membanding-bandingkan dengan yang lain dan tidak mendambakan atau tidak menyukai selain suaminya.
2) Istri hanya berada di rumahnya dan meminimalisir keluar rumah kecuali sangat darurat.
3) Istri bersegera damai kepada suaminya meski dalam kondisi dizholimi lantaran mengamalkan hadits :
« أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِنِسَائِكُمْ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ ؟ الْوَدُوْدُ ، الْوَلُوْدُ ، الْعَوُوْدُ الَّتِيْ إذَا ظُلِمَتْ قَالَتْ : هَذِهِ يَدِيْ فِيْ يَدِكَ لَا أَذُوْقُ غُمْضًا حَتَّى تَرْضَى » ‏
“Maukah aku beritahukan kepadamu tentang wanita-wanita penghuni surga? Mereka itu amat penyayang, banyak anak, menguntungkan suami. Jika dizholimi ia berkata dengan nada lembut : “Ini tanganku berada di genggaman tangaanmu, sedangkan aku tak kuasa memejamkan mataku hingga Anda menyukaiku.”

4) Amat mengutamakan terpenuhinya hak suami, mengurus putra-putrinya, mendidik mereka dengan baik hingga di mata umum dinilai tak pernah menyia-nyiakan hak.
5) Ia sangat menyukai keindahan karakter serta perangainya hingga suaminya tak pernah melihat padanya selain tampak indah, penampilannya indah, baunya harum, tutur katanya lembut dan tindak-tanduknya serba elok.

6) Ia menghindari kesan tak menyenangkan baik ketika di hadapan suaminya maupun saat suami sedang pergi. Makanya wanita bijak mengupayakan agar suami tak pernah melihat darah haidh atau nifas, tidak muntah, atau buang air kecil, atau buang air besar di depannya dengan dalih kebebasan kedua belah pihak, sebab dengan sikap itu bisa-bisa suami menjauh dari sang istri.
7) Ia senantiasa menghindari penampilan tidak cantik sebab ia sadar bahwa wanita harus merangsang selera suami, di samping itu wanita memang diberikan fitrah senang berhias dan mempercantik diri.
8) Penghormatan sang istri kepada suami merupakan keluhuran yang membahagiakan suami dan menyenangkan hatinya.
9) Berusaha menjadi ahli dalam masak-memasak, rapi, bersih baik dirinya maupun putra-putrinya dan juga rumahnya.
10) Bijak lagi serasi dalam bersikap, bertutur kata dan ketika membutuhkan sesuatu.
11) Sabar mengemban tanggungjawab rumahtangga dengan keberanian dan cakap.
12) Termasuk yang membuat bahagia dan menggembirakan hati suami mengucapkan kata “selamat jalan” di depan pintu saat suami keluar rumah dan menyambut kedatangannya seraya mengucapkan “selamat datang” ketika suami masuk rumah, di samping bersyukur atas kedatangannya dan senantiasa mendoakan untuk kebaikan suami.
13) Sedangkan wanita yang menginginkan suaminya bahagia sudah barang tentu ia selalu mentaatinya dan tidak memprioritaskan seorangpun selain suaminya, sebab hanya dengan demikian Alloh menyukainya, dan menjaminnya dengan surga, ini yang pertama. Kemudian menyenangkan suaminya, membahagiakannya, bahagia bersama suami, menciptakan suasana hidupnya bersama suaminya senantiasa penuh cinta-kasih serta saling pengertian, membahagiakan anak-anaknya dan bermanfaat bagi masyarakat melalui usaha membangun keluarga sukses lagi harmonis.
14) Wanita yang menginginkan suaminya bahagia tak pernah mengucapkan kata-kata lantang di hadapannya dan tidak cemberut, meski dengan serta-merta suami menyakitinya namun justru istri meresponnya dengan jabat tangan, kata maaf dan tetap berlaku baik kepadanya.

Bagaimana mengambil hati suami?

Sungguh istri yang cakap berdiplomasi dialah yang mampu bersikap secara tepat apapun posisi, situasi dan kondisinya. Ia amat memahami perasaan serta emosi suami jauh sebelumnya tanpa mengurangi sedikitpun fitrah serta karakter kewanitaannya. Apapun situasi dan kondisinya ia senantiasa tampil beda dan aktual dalam hidup dan kehidupannya.
Tutur kata manis sebagai ciri khas keindahannya, senyum ceria lagi cantik, aroma wangi nan memukau. Sementara gaun elok disertai belaian lembut pada kepala sang suami merupakan kebahagiaan tersendiri, di samping pilihan perhiasan serasi, bersahaja namun simponi juga membuat suasana cerah. Kalau Anda sanggup bersikap demikian, Anda tidak hanya mampu mengambil hati suami, bahkan sepenuh hatinya telah Anda miliki. Percayalah bahwa surve telah membuktikan itu.

Apa yang tidak disukai suami

1) Istri pembangkang, tak pernah hormat dan mentaati suami, lebih-lebih saat di hadapan orang lain.
2) Boros dan menghambur-hamburkan dalam beberapa hal yang tidak penting, khususnya pakaian dan bersolek.
3) Sering menggerutu dan komplain.
4) Hanya berkisar pada hal-hal tak berbobot atau bodoh pola pikir, bicara dan pusat perhatiannya.
5) Mengabaikan keindahan dirinya di hadapan suami, namun bersolek di hadapan yang lain.
6) Berlebihan memuliakan keluarganya, akan tetapi amat mengabaikan keluarga suaminya.
7) Sering dusta, padahal sikap ini menghilangkan keparcayaan suami terhadap istrinya.
8) Menyanjung lelaki lain di hadapan suami karena menyinggung perasaannya, boleh jadi memicu kecurigaannya.
9) Ada hal lain yang dibenci suami bahkan dimurkai Alloh l dan menyebabkan istri masuk neraka!!

Dalam hadits disinyalir :
« ... رَأَيْتُ النَّارَ فَلَمْ أَرَ مَنْظَرًا كَالْيَوْمِ قَطٌّ أَفْظَعَ ، وَ رَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ قَالُوْا : بِمَ يَا رَسُوْلَ اللهِ ، قَالَ : بِكُفْرِهِنَّ ، قِيْلَ : أَ يَكْفُرْنَ بِاللهِ ؟ قَالَ : بِكُفْرِ الْعَشِيْرِ وَ كُفْرِ الْإحْسَانِ ، لْوْ أَحْسَنْتَ إلَى إحدَاهُنّ الدّهْرَ ثُمّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئاً قالَتْ : مَا رَأَيْتُ خَيْراً مِنْكَ قَطّ»
“ … tak pernah aku lihat neraka lebih buruk daripada sekarang, aku menyaksikan mayoritas penghuninya perempuan”. Lantas para sahabat bertanya : “Mengapa demikian wahai Rosûlulloh?”. Lalu beliau menjawab : “Mereka tak tahu diuntung”, lalu beliau ditanya lagi : “Apa mereka kafir kepada Alloh?”. Beliau menjawab : “Mereka menutup mata kebaikan dan jasa suami, sekiranya anda berbuat baik kepada salah satu di antara mereka sepanjang usianya kemudian ada sedikit saja yang tidak ia inginkan dari dirimu, niscaya mengatakan : “Aku tak pernah merasakan sedikitpun kebaikan darimu”.”

10) Mengungkap rahasia yang terjadi antara suami-istri khususnya perihal keluarga dan lain sebagainya.

Catatan :

Pernah saya membaca buku, tentang suami yang punya istri lekas marah hanya karena faktor sepele. Ketika ia mencapai puncak kemarahannya dan keranjingan, suami memukul kedua pundaknya, dadanya atau punggungnya, lalu berlindung kepada Alloh dari setan yang terkutuk, membaca fatihah, membaca tiga macam ta´awwudz tiga kali, ternyata kiat ini mampu mengusir gangguan dari dalam hatinya, kemudian wanita itu menjadi tenang. Wallôhu a´lam .


PAHALA ISTRI SHOLIHAH

Apa yang sudah dijelaskan di depan kita memperoleh kesan bahwa betapa istri sholihah mencurahkan segenap energinya secara maksimal dan memberikan pengorbanan yang sangat besar untuk menjadi istri yang sholih. Lalu apa pahala setimpal baginya?
Yang paling prioritas bagi kehidupan suami-istri adalah proses memperoleh pahala besar, sedangkan ketaatan wanita kepada suaminya bernilai jihad, bahkan yang menjadi idaman wanita yang mentaati suaminya adalah pahala luar biasa dengan kategori jihad dijalan Alloh l sebagaimana disinyalir hadits tentang wanita yang datang kepada Nabi n yang telah disebutkan di depan.
Tegas sekali bahwa dambaan istri sholihah adalah pahala besar di dunia dan akhirat. Di dunia sudah disayang suami, hidup harmonis dan terhormat di tengah-tengah masyarakat. Adapun di akhirat selamat dari siksa teramat pedih yang sudah diancamkan Alloh l buat istri yang nista. Makanya istri sholihah akan masuk surga yang belum pernah terlihat mata, belum pernah telinga mendengar dan belum pernah terlintas dalam hati manusia, sementara yang lebih indah dari itu bahwa dirinya akan menjadi bidadari tercantik dan bermata indah menawan di surga kelak.
Banyak hadits tentang pahala istri sholihah, di sini akan dikemukakan sebagian agar hatimu menjadi tenteram untuk menyongsong janji Alloh dan memotifasi Anda mencurahkan pengorbanan semaksimal mungkin serta kesabaran dalam rangka membahagiakan suami. Mohonlah kepada Alloh l agar melapangkan hatimu untuk meraih keharmonisanmu dan suamimu di dunia dan akhirat .

Dari Abî Amâmah berkata : “Telah datang kepada Nabi n seorang wanita bersama dua anaknya yang masih kecil, yang satu masih dalam kandungan dan yang lain dipandunya, lantas Rosûlulloh n bersabda :
« حَامِلاَتٌ مُرْضِعَاتٌ رَحِيْمَاتٌ لَوْلَا مَا يَأْتِيْنَ إِلَى أَزْوَاجِهِنَّ دَخَلَ مُصَلِّيَاتُهُنَّ الْجَنَّةَ»
“Wanita-wanita hamil, menyusui lagi kasih sayang kepada anak-anaknya, sekiranya mereka tidak menutup mata kebaikan suaminya, begitu juga yang menegakkan sholat, niscaya masuk surga.”
« إذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَصَنَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا، قِيْلَ لَهَا: اُدْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ »
“Apabila seorang wanita menegakkan sholat wajib lima waktu, berpuasa Romadhôn, menjaga kemaluannya dan mentaati suaminya, niscaya dikatakan kepadanya : “Masuklah kamu kedalam surga dari pintu manapun kamu sukai.”
« اَلدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِهَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ‏»
“Dunia ini kenikmatan dan sebaik-baik kenikmatannya wanita sholihah.”

Opini :

 Manakala matahari terbenam dan dunia gelap-gulita, ketika itu wanita sholihah menjadi pelita penerang hati suaminya. Apakah Anda termasuk dalam kategori itu wahai istri?
 Istri sholihah laksana perbendaharaan bagi sang suami, dari situ ia menemukan mutiara-mutiara baru.
 Sesuata paling indah yang dimiliki istri sholihah adalah putih bersih hatinya.
 Musim semi berkonotasi dengan kebun raya, kebun raya menumbuhkan bunga-bunga penghasil madu. Hendaklah istri-istri sholihah itu Anda ciptakan dari madu.
 Istri sholihah perbendaharaan yang didambakan setiap orang, berbahagialah orang yang menggapainya.
 Istri sholihah lebih jitu untuk membangun, mengangkat martabat dan keharmonisan umat daripada para penasehat dan panglima.
 Wanita sholihah sebagai indikasi betapa tinggi daya cipta Alloh Sang Pencipta.
 Istri sholihah lebih berfaedah bagi keluarganya daripada seribu buku dalam lembaga pendidikan dan kehidupan suami-istri.
 Istri sholihah membuat suaminya berbulan madu terus-menerus.


Enam indikasi istri sholihah :

1) Kebaikannya semata-mata lantaran takut kepada Alloh l .
2) Ia mempunyai perbekalan berupa kepuasan apapun yang dikaruniakan oleh Alloh l.
3) Perhiasannya adalah kederwanannya dengan apa yang ia miliki semata-mata untuk Alloh l.
4) Ia punya type sanggup melayani suami secera proporsional atas dasaar mencari keridhoan Alloh l.
5) Ia punya type siap mati lantaran antosias dengan perjumpaan kepada Alloh l.
6) Kebanggaannya adalah rasa tawadhu´ di hadapan Alloh l.

• Istri sholihah kebaikannya disupplai dari dua sumber yakni memiliki kemampuan menjaga kehormatan dirinya dan integritas .
• Istri sholihah kelihatan jati dirinya saat dihadapkan pada berbagai bentuk fitnah, cobaan, penderitaan bertubi-tubi dan krisis serta problematika.
• Istri sholihah amat mencintai suaminya .
• Istri sholihah bersolek untuk suaminya melalui karya seninya dan kebijakan tutur katanya.
• Istri sholihah sosok brillian hingga mampu memahami kejeniusan suaminya namun tak mengerti kekurangan dan kesalahan suaminya.Istri sholihah menerima suaminya sepenuh hati demi mencapai kestabilan jiwa suami, sedangkan suami menerima kestabilan jiwanya lantaran istrinya yang sholihah.
• Istri sholihah adalah wanita yang sadar bahwa missi kehidupannya menciptakan suasana keharmonisan sang suami.
• Istri sholihah membicarakan kebaikan suaminya, banyak berkorban demi keharmonisan rumahtangganya dan tidak bertutur kata kecuali kebenaran.
• Tak sedikitpun awan mendung di dunia ini kuasa menutupi senyuman istri sholihah buat suaminya.
• Keharmonisan istri sholihah tak pernah surut lantaran membahagiakan dan mengharmoniskan suaminya.
• Airmata istri sholihah lebih berharga daripada seluruh darah istri busuk.
• Sikap istri sholihah senantiasa menyenangkan suaminya dan sabar merespon apapun sikap suami yang tak menyenangkan.
• Istri sholihah merupakan bunga rumah yang harum. Rumah tanpa istri sholihah bagaikan pot tanpa bunga dan botol tanpa minyak wangi.
• Istri sholihah sangat mengrti suaminya di saat suami tidak mengerti dirinya sendiri.
• Ketika menyadari suaminya dalam kesedihan, istri sholihah berusaha setulus hati merubah kondisi dari pesimis menjadi optimis, dari derita menjadi bahagia, dari carut marut menjadi enjoy, dari papa menjadi cukup dan dari suram menjadi hening.
• Istri sholihah makhluk paling indah di antara makhluk-makhluk Alloh di permukaan bumi.
• Istri sholihah tidak mendengar meski tidak tuli, ia tidak melihat meski tidak buta dan ia tidak berbicara meski tidak bisu. Sungguh apa yang diperbuatnya semata-mata lahir dari hatinya yang bersih bukan reaksi sesaat.
• Wanita yang paling banyak senyum kepada suami adalah istri-istri yang sholih, oleh karenanya giginya bagaikan permata yang terpancar dari cahaya hatinya.
• Istri sholihah adalah satu-satunya wanita yang mampu membuat keluarganya dan keluarga suaminya sama-sama mencintainya.
• Istri sholihah adalah kunci rumah yang kita pakai membuka surga dunia.
• Tutur kata istri sholihah adalah madu murni yang jernih.

Seakan di bawah lesannya ada Hârût meludahkan untaian kata luar biasa
Diamnya seakan bidang-bidang taman yang penuh bunga

• Istri sholihah mengutamakan keluarganya dan mendahulukan suaminya sebelum dirinya sendiri.
• Cemburu pada wanita sholihah adalah amanat sedangkan tuduhan miring rekayasa sebagai perbuatan tercela.
• Istri sholihah menyebar gula dalam setiap tutur kata di depan suaminya dan memisahkan garam dari setiap tutur katanya.
• Istri sholihah dicintai suaminya sebab keluhuran budinya membuatnya tentram, pesonanya membuatnya harmonis dan senyumannya sebagai konpensasi jerih payahnya.
• Istri sholihah membelanjakan hartanya menurut kesanggupan nafkah sang suami bukan diukur menurut standard kebutuhannya.
• Istri sholihah ceria berseri-seri, dengan kata lain suaminya senag memperhatikan lantaran menyenangkan, ketika sang suami menatapnya, ketika itu pula merasakan sejuknya pandangan.
• Istri sholihah adalah bunga mekar di taman yang benar-benar nyata, sedangkan manusia atau anak Adam berada di sekitarnya, ia adalah bunga yang indah lagi harum, namun juga berduri guna melindungi dirinya.
• Wahai istri yang mulia, … Apakah Anda begitu? Jika memang jawabnya “Ya”, maka berbahagialah suamimu yang telah menggapai permata berharga. Saya berharap kepada Alloh agar berkenan memperbanyak jumlah istri-istri sepertimu, lebih-lebih di era di mana istri sholihah laksana mata uang yang sulit didapat, ia sedang didambakan setiap lelaki. Jika Anda menjawab “Tidak”, (naûdzu bil -llâh min dzâlika), bersiap-siaplah karena krisis dan problem yang tak berkesudahan menghadangmu cepat atau lambat.

Karena logika mengatakan bahwa : 1 + 1 = 2, mustahil 1 + 1 = 3 kecuali menurut persepsi keblingernya istri celaka, misalnya :
Dua orang pasien dengan penyakit yang sama pergi ke dokter, setelah diperiksa, maka dokter menentukan obatnya. Lantas dokter bilang : “Jika Anda berdua ingin sembuh harus meminum obat tersebut secara teratur”. Lalu kami katakan kepada pasien yang pertama : “Minumlah obatnya hingga Anda sembuh dari sakit”. Lantas ia menjawab : “Saya tidak percaya bahwa obat itu akan menyembuhkanku”. Ia tidak mau meminum obatnya lalu mati lantaran penyaki tersebut.
Kepada pasien yang kedua kami katakan : “Anda mesti meminum obat itu”. Lalu menjawab : “Saya percaya bahwa obat ini akan menyembuhkanku dari sakit insyâal -llôhu, namun aku tak suka obat itu karena pahit”, lantas ia mati lantaran penyakit yang dideritanya.
Mana di antara dua pasien yang terbaik? Yang pertama ataukah yang kedua? Tak ada bedanya antara yang pertama dan yang kedua, sebab dampaknya sama saja yakni kedua-duanya mati dengan sebab penyakit yang sama. Maka dari itu aku katakan wahai istri yang mulia … :
Wanita pertama tak pernah menghiraukan nasehat baik dari dekat maupun dari kejauhan sebagaimana aku sebutkan di depan, karena hidupnya hanya menuruti keinginannya sendiri, ia hanya menuruti kecenderungannya yang buruk, akibatnya Alloh menimpakan kepadanya bencana, maka sengsaralah dirinya dan menyengsarakan suaminya.
Wanita yang kedua memperhatikan nasehat, ia tertarik padanya, memujinya, sebab ia tahu bahwa nasehat itu baik, ia menganalisa bahwa nasehat itu menguntungkan kebahagiaan dirinya dan suaminya. Namun nasehat itu dirasa berat. Nasehat itu menjadi beban dirinya, memerlukan kesabaran dan pengorbanan. Oleh karena itu ia tidak melaksanakan sedikitpun nasehat itu, hidup serta kehidupannya berjalan menurut tradisi dan kebiasaan saja, maka akibat serta dampak yang menimpa kedua wanita itu sama saja, mereka berdua tidak merefleksikan karakter istri sholihah.
Mengerti sesuatu tidak bisa merubah kondisi sedikitpun jika tidak diwujudkan dengan perbuatan, demikian juga antusias dan semangat sesaat. Oleh karena itu mengikuti keinginan belaka adalah kesalahan dan kesia-sian.
Wahai istri yang mulia, bukanlah aib Anda melakukan kesalahan, namun aib adalah tidak menjadikan kesalahan pertama sebagai pelajaran untuk menghindari terulangnya kesalahan. Jika Anda mengulang kesalahan yang sama, saya menghimbau agar Anda banyak-banyak mohon ampun kapada Alloh l dan bersegeralah memperbaiki jalinan hubungan dengan suami.


BERBUAT BAIK KEPADA SUAMI
DAN MENGAMBIL HATINYA

Umumnya yang membahagiakan suami, manakala sang istri tidak mencari-cari masalah dan mempunyai i´ tikad baik untuk menyelesaikan masalah secepat mungkin, pasalnya kebanyakan problimatika suami-istri bisa diselesaikan melalui tutur kata yang lembut, atau kata maaf, atau dimulai dengan pelukan antara suami-istri.
Sebenarnya sangat baik saat timbulnya problimatika rumahtangga, kemudian istri segera berdamai dengan suaminya sebelum masalah menjadi besar dan semakin kompleks.
Wanita bijak melalui kepiawaiannya ia sanggup mengendalikan suasana panas lagi tegang agar menjadi tenteram lagi rileks, baik dengan tutur kata yang lemah lembut maupun sikap yang bijak.
Sama saja baik sang istri yang berlaku zholim atau dizholimi, maka seyogyanya kedua belah pihak antara suami-istri senantiasa berdamai, atau istrilah sebaiknya yang cakap untuk menyelesaikan serta memecahkan masalah karena faktor-faktor sebagai berikut :
1) Wanita lebih gemar mensukseskan kehidupan suami-istri dan lebih maslahat untuk itu.
2) Pria lebih kasar daripada wanita, sementara wanita dengan kelembutannya dan simpatinya lebih sanggup meminimalisir masalah.
3) Karakter dan fitrah wanita cenderung mengalah, rendah hati dan gemar mengambil hati pria.
4) Pria biasanya lebih dominan bersikap keras kepala daripada wanita, sekiranya wanita menunggu-nunggu agar suami terlebih dahulu berdamai dan menyelesaikan masalah, itu terlalu berlarut di samping masalah menjadi semakin kompleks.
5) Biasanya usia istri lebih muda daripada suaminya, ditinjau dari segi umur hendaklah yang muda menghormati yang lebih tua dan yang muda lebih dulu memulai damai.
6) Rosûlulloh n memerintahkan kita mendengar dan mentaati pemimpin, sedangkan sang suami adalah pemimpin bagi istrinya, otomatis istri mesti berlaku hormat dan memuliakan.
7) Istri sholihah menyadari bahwa bersegera damai membuat dirinya lebih terhormat dan istimewa di sisi Alloh l berdasarka hadits :
« لَا يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ يَلْتَقِيَانِ فَيُعْرِضُ هَذَا وَيُعْرِضُ هَذَا، وَخَيْرُهُمَا الَّذِيْ يَبْدَأُ بِالسَّّلَامِ » ‏
“Tidak halal bagi seorang muslim bersikap cuek terhadap saudaranya lebih dari 3 hari, mereka berdua berpapasan lalu saling berpaling ke belakang, padahal yang takbaik di antara mereka berdua adalah yang lebih dulu berdamai.”
« أَطْوَعُكُمْ لِلَّهِ الَّذِيْ يَبْدَأُ صَاحِبَهُ بِالسَّلَامِ »
“Orang yang paling taat kepada Alloh adalah yang lebih dulu berdamai kepada saudaranya.”

Suami berkewajiban menghargai serta menyambut baik bergegasnya istri untuk berdamai, tidak justru berlagak sombong dengan pelanggaran dosa, seringkali lelaki bersikap keras kepala, sukanya cuma menjatuhkan dan menghinakan, (meskipun ini kesalahan sikap dan kebodohan sang istri juga pasalnya ia tahu bahwa itu salah). Semoga Alloh memperbaiki Anda … hai suami muslim, mestinya cukup Anda mengatakan pada istrimu : “Tak mengapa wahai kekasihku, saya tahu bahwa Anda tak akan mengulangi kesalahan yang sama, sebab Anda adalah istri sholihah”. Di sampng itu hendaklah suami segera menyambut baik sikap istrinya dan memuliakannya lantaran sikap baiknya. Maka sikap toleransi dan segera menyambut baik merupakan akhlak yang bagus dan mulia, sedangkan berkeras kepala dan tidak menyambut baik sikap damai yang dilakukan istri sebagai akhlak yang buruk lagi tercela.
Imam Syafi´î v berkata : “Siapapun yang seharusnya marah namun tidak marah berarti dia himar dan barangsiapa disenangkan namun tidak menyambut baik berarti dia setan”.

Sumber : Diary seorang teroris

0 KUPINANG ENGKAU DENGAN SYAHADAH

Kupinang Engkau dengan Syahadah...


Wahai saudaraku ….
Andai kau tahu
Debu yang menempel pada kakimu fie sabilillah
Dapat menyelamatkanmu dari neraka Jahannam
Kenapa kau tinggalkan jihad ….. ???!!!

Wahai saudaraku …..
Andai kau faham
Sekejap dalam medan jihad
Dapat mengharuskanmu menikmati kenikmatan
dan keindahan Jannatun Na’im
Kenapa memilih selain jihad ….. ???!!!

Wahai saudaraku …..
Andai kau mengerti
Berak dan kencingnya kudamu fie sabilillah
Bernilai pahala bagimu disisi Robmu
Kenapa bimbang untuk berjihad ….. ???!!!

Wahai saudaraku …..
Andai kau tahu
Timah panas yang mengoyak tubuhmu dapat menghantarkanmu memeluk mesra Bidadari jelita
Kenapa takut berjihad ….. ???!!!

Wahai saudaraku …..
Andai kau faham
Dentuman Bom yang mencabik-cabik dagingmu dapat menyibukkanmu bercanda ria di pangkuan Bidadari jelita selama berpuluh-puluh tahun tanpa bosan
Kenapa ragu untuk berjihad …..???!!!

Wahai saudaraku …..
Andai kau mengerti
Ledakan Mortir yang meremukkan tulang belulangmu dapat menghantarkanmu berbaring mesra di atas kasur dalam kamar mempelai bersama bidadari yang tidak pernah
hilang keprawanannya
Kenapa enggan berjihad …..???!!!

Wahai saudaraku …..
Andai kau faham
Tetesan darah pertama yang kau tumpahkan di medan jihad dapat menghapuskan semua dosa-dosamu
Tidak ada pilihan lain bagimu selain jihad …..???!!!

Duhai saudaraku …..
Seandainya engkau faham ……
Seandainya engkau mengerti ……
Seandainya engkau tahu …..
Seandainya engkau berakal …..
Engkau pasti memilih jihad …..

Sumber : Diary sang teroris

0 Pesan kepada Ukhti Muslimah

ILLA UKHTINA HABIB

Ingin kami ucapkan beberapa kalimat ini kepadamu, di bawah desingan peluru peluru musuh, dan gelegar ledakan roket yang telah menjadi hiburan kami, Surat ini juga dari kami yang kini terpaksa meringkuk di balik jeruji besi hanya karena kami menyatakan bahwa “Tuhan Kami Adalah Allah” Surat ini kami tujukan kepadamu Ukhti Muslimah…karena kau adalah permata, kau juga perhiasan mulia yang melengkapi keindahan ajaran Nabi saw. Beberapa kalimat yang tulus keluar dari lubuk hati kami sebagai saudara yang melaju bersama ke arah yang satu. Demi menyelamatkan mu dari cakaran manusia serigala bermuka domba.

Ukhti Muslimah….!!! Kami tidak akan membawa sesuatu yang baru, semoga kau tidak bosan mendengarnya….walau rasanya sudah berkali kali kami ingatkan bahwa tiada agama manapun yang lebih memuliakan wanita sebagaimana Islam. Jika kau masih tidak percaya, lihatlah pada sejarah .. apa yang di lakukan oleh penghuni zaman jahiliyah terhadap kaummu, bukankah mereka menguburkanmu hidup hidup hanya karena takut jatuh miskin atau durhaka?

Bukankah engkau adalah yang paling banyak di perjual belikan bagai barang rongsokan sebagai hamba sahaya di zaman kerajaan Romawi ? Bahkan hingga kini….. di suatu zaman yang mereka juluki zaman kebebasan dan kemerdekaan, mereka teruskan tradisi itu, hanya saja,… kini mereka bungkus dengan kata kontes ratu cantik, yang berisi memperlombakan ukuran tubuh terbaik bagi para lelaki hidung belang. Entah apa yang mereka cari, betapa jauh mereka menghinakanmu, betapa buruknya gambaranmu di mata mereka, bagi mereka kau tidak lebih dari sekerat tebu gula segar, yang setelah manis sepah di buang…. Kemudian belum puas dengan itu mereka masih melolong bahwa Islam menzalimi hak hak wanita…sungguh sebuah penyesatan dan pendustaan yang nyata.

Ukhti Muslimah….!!! Usaha perbaikan dirimu adalah sebuah cita cita abadi, dan tujuan yang mulia, serta harapan seluruh Arsitek bagi proyek perbaikan umat. Karena mereka tahu, kunci perbaikan umat ini ada pada dirimu, jika dirimu baik…maka baiklah seluruh umat ini. Demi Allah..!!! berpeganglah dengan tali ajaran agama ini, dan laksanakanlah segala perintahnya, Jangan sekali kali kau langgar larangannya, apalagi mempersempit hukum hakamnya, karena semua itu hanya akan lebih mengekang kehidupanmu sendiri, karena tiada keadilan yang lebih luas dari keadilan Islam terhadapmu dan kaummu, jika kau lari dari keadilan Islam, kau hanya akan menemui kedzaliman dunia kufur terhadap hak hak kehidupanmu. Berpeganglah sepertimana Umahatul Mukminin mencontohkannya dalam kehidupan sehari hari mereka, contohilah juga isteri isteri para sahabat dan kaum Muslimin yang telah membuktikan nilai keindahan permatamu.

Ukhti Muslimah…!!! Ketahuilah agama ini bukan hanya di mulut, tetapi ia menuntut adanya amal nyata, laksanakanlah perintah perintahnya dan jauhilah larangan larangannya walaupun tanpa kalimat “jangan”. Sesungguhnya kamu tidak perlu pengakuan timur dan barat karena kemuliaanmu dan harga dirimu telah ada sejak kau di lahirkan, dan bagi kami wahai Ukhti Muslimah,.. kau lebih mulia dari sekadar makhluk yang tergoda gemerlapnya dunia dan jeritan pekikan mungkar yang di sifatkan dengan “suara keledai” (Qs. Luqman 19) oleh Sang Maha pencipta, kami tak rela melihatmu tenggelam dalam tipuan mereka yang selalu ingin menghinakanmu dengan berpura pura memujimu tetapi melucuti pakaian dan menelanjangimu di depan mata jutaan bahkan milyaran manusia di dunia, mereka hanya menginginkan kehormatanmu sama dengan binatang yang sememangya tidak pernah berpakaian, mereka hanya menginginkanmu mencoreng coreng mukamu dengan polesan polesan yang merusak wajah alamimu yang indah hasil ciptaan yang Maha Indah, mereka hanya ingin menjadikanmu pemuas nafsu setan setan jantan berhidung belang. Mereka hanya ingin menjadikanmu bagaikan tong sampah yang hanya di isi dengan benih benih buruk dan tercela.

Demi Allah kami tidak rela. Karena bagi kami kau sangat berharga, bagi kami kau adalah pelengkap kehidupan duniawi dan Ukhrawi, maka besar jualah harapan kami padamu…

Ukhti Muslimah….!!! Seorang Muslimah tidak pantas untuk menjadi keranjang sampah yang menampung berbagai budaya hidup dan akhlak yang buruk, apalagi budaya barat dengan berbagai kebiasaannya yang terlihat kotor dan menjijikkan itu. Seorang Muslimah harus mandiri dalam memilih cara hidupnya sendiri, tentu semuanya berangkat dari acuan “Firman Allah” dan “Sabda NabiNya saw.” . Seorang Muslimah selalu ingat bahwa pada suatu hari dahulu Rasulullah saw. Pernah bersabda: “Barang siapa yang meniru (kebisaaan) suatu kaum, maka ia (termasuk) golongan mereka”. Maka ia sangat berhati hati dan kritis dalam menentukan tatacara hidup, berpakaian, dan bermu’amalah.

Ukhti Muslimah….!!! Engkau adalah puncak, kau juga kebanggaan dan kau juga lambang kesucian. Kau menjadi puncak dengan Al qur’an dan kebanggan dengan Iman serta lambang kesucian dengan hijabmu dan berpegang pada ajaran agama ini. Lalu mengapa ada lambang kesucian yang malah meniru cara hidup yang najis

Bagi umat ini, Ibu adalah Madrasah terbaik jika ia benar benar sudi mempersiapkan dan mengajari serta mendidik generasinya. Kiprah seorang Ibu dalam membentuk generasi Umat terbaik dan Mujahid penyelamat serta pengawal hukum hakam Allah adalah sangat penting. Lihatlah para pahlawan kita, mereka yang telah membuktikan dengan nyataa keberanian dan keikhlasan mereka dalam memperjuangkan tegaknya kalimatullah…mereka semua tidak lepas dari sentuhan lembut para ibu yang dengan sabar dan tanpa bosan terus mendidik mereka untuk menjadi mahkota bagi agama ini. Sadarilah…

Kewajiban seorang ibu bukan hanya memilihkan pakaian yang sesuai bagi anaknya, atau memberikan makanan yang terbaik baginya, sungguh tanggung jawab ibu jauh lebih besar dari sekadar itu semua, karena itulah kami sangat memerlukan seorang Isteri atau ibu yang bisa mendidik anaknya dengan dien Allah dan Sunnah NabiNya Saw.

Kami memerlukan wanita yang bisa mengajari anak perempuannya untuk menutup auratnya dan berhijab dengan baik, serta mendidiknya untuk mempunyai sikap malu dan berakhlak mulia. Kami tidak sedikitpun perlu kepada wanita yang hanya bisa mendidik anaknya untuk bertabarruj dan bernyanyi serta menghabiskan waktunya bersama televisi dan Film film yang berisi "Binatang binatang" yang di puja.

Kami juga tidak perlu kepada wanita yang hanya bisa membiasakan anak perempuannya berpakaian mini sejak kecil, di mata kami wanita seperti itu bukanlah seorang Ibu, tetapi ia lebih tepat untuk di sebut sebagai Racun bagi kehidupan anaknya sendiri, ibu yang seperti itu tidak bertanggung jawab dan ia juga pengkhianat Umat dan agama ini serta menzalimi anaknya sendiri.



Kami memerlukan wanita suci yang bisa mengajari anak anaknya taat kepada Rabbnya karena melihat ibunya selalu Ruku’ dan Sujud. Kami memerlukan seorang ibu yang bisa memenuhi rumahnya dengan alunan suara Al Qur’an bukan alunan suara suara Setan atau Namimah serta Ghibah yang sanagt di benci oleh Allah dan RasulNya, supaya rumahnya menjadi rumah yang sejuk dan tenang serta bersih dari unsur unsur najis nyata atau maknawi.

Kami memerlukan wanita yang dapat mengajari anak anaknya untuk selalu bertekad mencari Surga Allah bukan hanya mengejar kenikmatan harta dunia, kami memerlukan wanita yang bisa mengajari anaknya untuk siap melaksanakan Jihad fi Sabilillah serta menyatakan permusuhannya kepada musuh musuh Allah, dan kami memerlukan wanita yang bisa mengajari anaknya untuk mendapatkan kehidupan abadi di sisi Rabbnya sebgai Syahid dalam perjuangan membela Firman Allah dan sabda Nabi saw.

Ukhti Muslimah….!!! Kami memerlukan wanita yang selalu mengharap pahala dalam melayani suami, hingga ia selalu taat dan menghiburnya serta tidak pernah sedikitpun ingin melihat wajah murung sedih sang suami. Kami memerlukan wanita yang selalu menjaga dien anak anaknya sebagaimana ia selalu menjaga kesehatan mereka. Salam hormat dari kami….

Salam hormat dari kami Kepada wanita yang sukses menjaga hubungannya dengan Rabbnya. Dan dapat beristiqomah pada Diennya, dan mempertahankan hijabnya di tengah badai cercaan lisan mereka yang jahil.

Salam hormat dari kami…..

Kepada wanita yang selalu tegas menjaga dirinya dari ber-Ikhtilat dengan lawan jenisnya yang bukan muhrim, dan menjaga dirinya dari pandangan lelaki yang di hatinya masih ada penyakit dan lemah. Salam hormat kepada wanita yang selalu menjaga agar dirinya tidak menjadi pintu masuk bagi dosa dosa dari berbagai jenis perzinaan.

Salam hormat dari kami….. Kepada wanita yang selalu sigap menutupi keindahan tubuhnya dengan hijab tetapi selalu memperindah diri di hadapan sang suami tercinta. Ia tahu bagaimana menjaga dirinya dengan tidak bepergian sendiri agar tetap terlihat mulia bahwa ia adalah wanita yang terjaga.


Demi Allah Ukhti ….

Wanita wanita yang seperti itulah kebanggan umat ini, mereka juga perhiasan masyarakat Islami, karena siapa lagi yang akan menjadi kebanggan itu kalau bukan mereka?

Apakah wanita yang selalu mengumbar aurat lengkap dengan berbagai polesan Tabarruj dan potongan potongan pakaian yang menjijikkan di tambah lagi cara berjalan yang meliuk liuk bagaikan unta betina itu? Ataukah wanita yang lisannya di selalu basahi dengan umpatan dan ghibah serta Namimah yang keji?

Ataukah wanita yang waktunya habis di pasar pasar malam dan Supermarket atau Mal? Kehidupannya hanya untuk melihat harga ini dan harga itu, toh semuanya juga tidak terbeli….bagi kami mereka adalah perusak kesucian Islam, mereka tidak pantas menyandang nama mulia sebagai “Muslimah” karena mereka justeru melakukan pembusukan dari dalam.

Ukhti Muslimah…!!! Ingatlah bahwa kehidupan dunia ini hanya sebuah persinggahan, bersiaplah untuk meneruskan perjalanan ke negeri abadi, jangan sampai engkau lena…

Persiapkanlah bekalmu dengan memperbanyak amal sholeh, sebagaimana kau persiapkan dirimu dengan baik jika kau akan berangkat menghadiri pesta penikahan atau bepergian ke tempat teman atau saudaramu, kini kau pasti akan melakukan suatu perjalanan yang tidak dapat kau elakkan lagi, hari dan waktunya pasti datang…lalu apakah engkau telah siap..???? kau akan melakuakn suatu perjalanan yang membawamu hilang dari inagatan seluruh manusia, baik saudara atau sahabat, tetapi sebenarnya kau masih bisa mengabadikan namamu jika kau ingin melakukannya, tirulah apa yang di lakukan oleh Masyitah, atau Asiah (isteri Fir’aun), atau Mariam binti Imran Ibu Nabi Isa yang mulia, atau A’isyah binti Abu Bakar ra. Yang telah membuktikan kepada dunia akan harga diri seorang wanita serta kejeniusannya.

Lihatlah betapa nama mereka harum dan kekal, namanya pasti kan sampai ke telinga orang terakhir yang terlahir di bumi ini nanti. Sebagai bukti bahwa sang pemilik nama juga sedang hidup kekal bahagia di Jannati Rabbil Alamin.

Tetapi coba bandingkan dengan mereka yang tertipu dengan gemerlap dunia, apalagi ia menjadi terkenal hanya karena ia terlalu berani mengumbar auratnya, atau ia berani memasang tarif yang tinggi untuk harga dirinya, apakah semua itu memberinya manfaat setelah mulutnya di penuhi dengan tanah di liang kubur? Berhati hatilah..jangan sampai kau terjerumus pada jurang yang sama, hingga kau akan menyesal di hari yang sudah tiada berguna lagi arti sebuah penyesalan.

Ikhwanukunna Fillah, Mujahid Fi Sabilillah.

0 KEKUATAN DALIL ISLAM PATAHKAN SALIB



0 Shodaqollahul ‘Adzim Setelah Membaca Al Qur’an

Al Ustadz Abu Hamzah Yusuf Al Atsari

Dasar agama Islam ialah hanya beramal dengan Kitabullah dan Sunnah rasulNya. Keduanya adalah sebagai marja’ -rujukan- setiap perselisihan yang ada di tengah-tengah kaum muslimin. Siapa yang tidak mengembalikan kepada keduanya maka dia bukan seorang mukmin. Allah berfirman (yang artinya), "Maka demi Rabmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya." (QS An Nisa : 65).

Telah mafhum bersama bahwa Allah menciptakan manusia bukan untuk suatu urusan yang sia-sia, tetapi untuk satu tujuan agung yang kemaslahatannya kembali kepada manusia yaitu agar beribadah kepadaNya. Kemudian tidak hanya itu saja, tetapi Allah juga mengutus rasulNya untuk menerangkan kepada manusia jalan yang lurus dan memberikan hidayah -dengan izin Allah- kepada shirothil azizil hamid. Allah berfirman (yang artinya), "Dan Kami tidak menurunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) ini, melainkan agar kamu dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman." (QS An Nahl : 64).

Sungguh, betapa besar rahmat Allah kepada kita, dengan diutusnya Rasulullah, Allah telah menyempurnakan agama ini. Allah telah berfirman (yang artinya), "Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu ni’matKu dan telah Kuridhoi islam itu jadi agama bagimu" (QS Al Maidah : 3).

Tak ada satu syariatpun yang Allah syariatkan kepada kita melainkan telah disampaikan oleh rasulNya. Aisyah berkata kepada Masyruq, "Siapa yang mengatakan kepadamu bahwa Muhammad itu telah menyembunyikan sesuatu yang Allah telah turunkan padanya, maka sungguh ia talah berdusta!" (HR. Bukhori Muslim).

Berkata Al Imam As Syatibi, "Tidaklah Nabi meninggal kecuali beliau telah menyampaikan seluruh apa yang dibutuhkan dari urusan dien dan dunia"

Berkata Ibnu Majisyun, "Aku telah mendengar Malik berkata, "Barangsiapa yang membuat bid’ah (perkara baru dalam Islam), kemudian menganggapnya baik, maka sungguh dia telah mengira bahwa Muhammad telah mengkhianati risalah, karena Allah telah berfirman, "Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu" (QS Al Maidah : 3).

Kaum muslimin -rahimakumullah-, sahabat Ibnu Mas’ud telah berkata, "Ikutilah, dan jangan kalian membuat perkara baru!". Suatu peringatan tegas dimana kita tidak perlu untuk menambah-nambah sesuatu yang baru atau bahkan mengurangi sesuatu dalam hal agama. Banyak ide atau atau anggapan-anggapan baik dalam agama yang tidak ada contohnya bukanlah perbuatan terpuji yang akan mendatangkan pahala, tetapi justru yang demikian itu berarti menganggap kurang atas syariat yang telah dibawa oleh Rasulullah, dan bahkan yang demikian itu dianggap telah membuat syariat baru. Seperti perkataan Iman Syafi’i, "Siapa yang membuat anggapan-anggapan baik dalam agama sungguh ia telah membuat syariat baru."

Ucapan "shodaqollahul adhim" setelah membaca Al Quran atau satu ayat darinya bukanlah hal yang asing di kalangan kita kaum muslimin -sangat disayangkan-. Dari anak kecil sampai orang tua, pria atau wanita sudah biasa mengucapkan itu. Tak ketinggalan pula -sayangnya- para qori Al Quran dan para khotib di mimbar-mimbar juga mengucapkannya bila selesai membaca satu atau dua ayat AlQuran. Ada apa memangnya dengan kalimat itu ?

Kaum muslimin -rahimakumullah-, mengucapkan "shodaqollahul adhim" setelah selasai membaca Al Quran baik satu ayat atau lebih adalah bid’ah, perhatikanlah keterangan- keterangan berikut ini.

Pertama: Dalam shahih Bukhori no. 4582 dan shahih Muslim no. 800, dari hadits Abdullah bin Mas’ud berkata, "Berkata Nabi kepadaku, "Bacakanlah padaku." Aku berkata, "Wahai Rasulullah, apakah aku bacakan kepadamu sedangkan kepadamu telah diturunkan?" beliau menjawab, "ya". Maka aku membaca surat An Nisa hingga ayat "Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu)." (QS An Nisa : 41) beliau berkata, "cukup". Lalu aku (Ibnu Masud) menengok kepadanya ternyata kedua mata beliau berkaca-kaca."

Sahabat Ibnu Mas’ud dalam hadits ini tidak menyatakan "shodaqollahul adhim" setelah membaca surat An Nisa tadi. Dan tidak pula Nabi memerintahkannya untuk menyatakan "shodaqollahul adhim", beliau hanya mengatakan kepada Ibnu Mas’ud "cukup".

Kedua: Diriwayatkan oleh Bukhori dalam shahihnya no. 6 dan Muslim no. 2308 dari sahabat Ibnu Abbas beliau berkata, "Adalah Rasulullah orang yang paling giat dan beliau lebih giat lagi di bulan ramadhan, sampai saat Jibril menemuinya -Jibril selalu menemuinya tiap malam di Bulan Ramadhan- bertadarus Al Quran bersamanya".

Tidak dinukil satu kata pun bahwa Jibril atau Nabi Muhammad ketika selesai qiroatul Quran mengucapkan "shodaqollahul adhim".

Ketiga: Diriwayatkan oleh Bukhori dalam shahihnya no. 3809 dan Muslim no. 799 dari hadits Anas bin Malik -radhiyallahu anhuma-, "Nabi berkata kepada Ubay, "Sesungguhnya Allah menyuruhku untuk membacakan kepadamu "lam yakunil ladzina kafaru min ahlil kitab" ("Orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya)") (QS Al Bayyinah : 1). Ubay berkata , "menyebutku?" Nabi menjawab, "ya", maka Ubay pun menangis".

Nabi tidak mengucapkan "shodaqollahul adhim" setelah membaca ayat itu.

Keempat: Diriwayatkan oleh Bukhori dalam shahihnya no. 4474 dari hadits Raafi’ bin Al Ma’la -radhiyallahu anhuma- bahwa Nabi bersabda, "Maukah engkau kuajari surat yang paling agung dalam Al Quran sebelum aku pergi ke masjid?" Kemudian beliau (Nabi) pergi ke masjid, lalu aku mengingatkannya dan beliau berkata, "Alhamdulillah, ia (surat yang agung itu) adalah As Sab’ul Matsaani dan Al Quranul Adhim yang telah diberikan kepadaku."

Beliau tidak mengatakan "shodaqollahul adhim".

Kelima: Terdapat dalam Sunan Abi Daud no. 1400 dan Sunan At Tirmidzi no. 2893 dari hadits Abi Hurairah dari Nabi, beliau bersabda, "Ada satu surat dari Al Quran banyaknya 30 ayat akan memberikan syafaat bagi pemiliknya -yang membacanya/ mengahafalnya- hingga ia akan diampuni, "tabaarokalladzii biyadihil mulk" ("Maha Suci Allah yang ditanganNyalah segala kerajaan") (QS Al Mulk : 1).

Nabi tidak mengucapkan "shodaqollahul adhim" setelah membacanya.

Keenam: Dalam Shahih Bukhori no. 4952 dan Muslim no. 494 dari hadits Baro’ bin ‘Ajib berkata, "Aku mendengar Rasulullah membaca di waktu Isya dengan "attiini waz zaituun", aku tidak pernah mendengar seorangpun yang lebih indah suaranya darinya".

Dan beliau tidak mengatakan setelahnya "shodaqollahul adhim".

Ketujuh: Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya no. 873 dari hadits Ibnat Haritsah bin An Nu’man berkata, "Aku tidak mengetahui/hafal "qaaf wal qur’aanil majiid" kecuali dari lisan rasulullah, beliau berkhutbah dengannya pada setiap Jumat".

Tidak dinukil beliau mengucapkan setelahnya "shodaqollahul adhim" dan tidak dinukil pula ia (Ibnat Haritsah) saat membaca surat "qaaf" mengucapkan "shodaqollahul adhim".

Jika kita mau menghitung surat dan ayat-ayat yang dibaca oleh Rasulullah dan para sahabatnya serta para tabiin dari generasi terbaik umat ini, dan nukilan bahwa tak ada satu orangpun dari mereka yang mengucapkan "shodaqollahul adhim" setelah membacanya maka akan sangat banyak dan panjang. Namun cukuplah apa yang kami nukilkan dari mereka yang menunjukkan bahwa mengucapkan "shodaqollahul adhim" setelah membaca Al Quran atau satu ayat darinya adalah bid’ah -perkara yang baru- yang tidak pernah ada dan di dahului oleh generasi pertama.

Kaum muslimin -rahimakumullah-, satu hal lagi yang perlu dan penting untuk diperhatikan bahwa meskipun ucapan "shodaqollahul adhim" setelah qiroatul Quran adalah bid’ah, namun kita wajib meyakini dalam hati perihal maknanya bahwa Allah maha benar dengan seluruh firmannya, Allah berfirman, "Dan siapa lagi yang lebih baik perkataanya daripada Allah", dan Allah berfirman, "Dan siapa lagi yang lebih baik perkataanya dari pada Allah". Barangsiapa yang mendustakanya -firman Allah- maka ia kafir atau munafiq.

Semoga Allah senantiasa mengokohkan kita diatas Al Kitab dan Sunnah dan Istiqomah diatasnya. Wal ilmu indallah.


Sumber: Buletin Al Wala’ Wal Bara’ Bandung
Edisi ke-5 Tahun ke-1 / 10 Januari 2003 M / 06 Dzul Qo’dah 1423 H
Judul Asli: Ucapan Shodaqollahul Adhim setelah Qiroatul Qur’an Bid’ah

Delete this element to display blogger navbar

 
© 2010 Pustaka Muslim Blog is proudly powered by Blogger